#MauNyindir: Fans amatiran ga gentle menerima kekalahan pasti menghujam dan mencari-cari kesalahan,pas menang euforianya berhari2, pas kalah mencaci maki dan stop mendukung. Tapi, untuk kasus ini salahkan MEDIA yang membuat anda-anda para FANS AMATIRAN jadi berekspetasi berlebihan #frontal
Yang diatas itu status FB saya waktu Indonesia kalah 0-3 dari Malaysia. Yaaah…saya kecewa dengan permainan timnas. Tapi yang saya sayangkan lagi ya fans-fans amatiran itu lah. Hmmmm, ada sisi positif dan negatif dari para fans amatiran tersebut. Negatifnya, ya ini sekaligus mau jadi uneg-uneg saya deh. Aaargh kalian amatiran dan komentar kalian sangatlah nggak berbobot. Wuit, sok eksklusif sekali saya!
Yaa, resapi sajalah kalimat diatas tak perlu penjelasan lagi. Yang pasti memang biang keroknya MEDIA. Beberapa hari sebelum pertandingan final, ajegile beritanya lebay nian. Seolah itu menjadi HOT NEWS dan BERITA paling DICARI. Padahal kalo semua tivi ngebahas itu bosanlah kita. Dan berita juga itu-itu mulu, membuat harapan suporter jadi ketinggian. Nah, ditambah kasus rusuhnya beli tiket itu karena media juga loh. Semisal media memberikan porsi berita dengan cukup, sesuai gitu lah mungkin kedatangan orang untuk beli tiket nggak bakal membludak. Bukannya berharap yang beli tiket sedikit ya, tapi kalo banyak orang tertibnya makin susah!
Okay, cukup complain-nya sekarang apa positifnya? Beberapa tahun lalu, olahraga masih jadi hal minor untuk disukai. Ya banyakan juga cowok yang suka. Namun dengan adanya euforia ini banyak orang jadi menyukai hal itu. Olahraga itu mengajarkan banyak hal, macam sportif dan yang penting NASIONALISME. Senang juga sih para fans amatiran membicarakan hal mengenai sepakbola dan dukungannya pada timnas. Ya, saya sangat bangga,bangga sekali pada timnas. Prestasi mereka bagus, nyatanya banyak mata terbuka untuk menghargai TIMNAS,BANGSA, dan NEGARA.
Ini tulisan, tulisan abal seorang pecinta sepakbola. Yang abal cara penulisan, tapi otak saya mengenai sepakbola nggak abal kok :P
















