26 Juli 2011

FF: PRANK


Dengan membaca postingan ini anda akan mendapat bonus berupa link donlot album ROOTERS milik Namikawa Daisuke ( Nggak penting). Inspirasi datang dari fanart di bawah XD

PRANK
RATED K-K+
HUMOR, FRIENDSHIP, SLICE OF LIFE
TENIPURI BELONGS TO TAKESHI KONOMI


“Hihihihihi” terdengar suara tawa tertahan dari dua orang remaja tanggung di pojokan lapangan tennis Hyoutei Gakuen.
Yang satu berambut bob merah sedangkan yang satu berambut ikal pirang, keduanya berbadan mungil dengan muka menggemaskan. Di sela-sela tawanya mereka terbatuk-batuk karena kekurangan oksigen.
“Hahaha, kita ajak Ryou yuk.” Kata cowok berambut ikal pirang.
“Ah,nggak perlu dia pasti nggak setuju, dia kan protektif pada Choutarou.” jawab si rambut bob merah.
“Tapi kan aku jijik kalo liat kodok, kamu juga kan? Terus siapa yang mau ngambil kodok dari lab biologi?”
“Iya juga ya.” si rambut merah yang bernama Mukahi Gakuto itu meregangkan tubuhnya. “Uhm, tapi nanti kalo Ryou nggak setuju bisa-bisa kita dibantai.”
“Gampang, besok deh aku bilang ke dia. Kita bertiga kan temen dari SD masa sih Ryou tega milih Choutarou yang baru dikenalnya di SMP daripada kita berdua.” kata si rambut pirang, Akutagawa Jirou, percaya diri.
“Yah elo, cinta Ryou kan udah melekat ke Choutarou bisa aja kan dia melupakan masa-masa indah kita bertiga dulu.”
“Yah, we never know until we try.”
“Sok lu !” kata Gakuto sambil menjitak kepala Jirou.

Keesokan harinya,
“Ryou, bisa bicara sebentar?” tanya Jirou kepada teman yang duduk di sebelahnya.
Temannya itu menengok,”Apa?” jawabnya cuek.
“Aku tau kau begitu mencintai Choutarou sepenuh hatimu, akupun tau kau pasti tak akan membiarkan seseorang melukainya baik itu cuma segores, juga aku tau kau pasti tak akan membiarkan Choutarou menangis…”
“STOP!” Shishido Ryou nama pemuda itu mengernyit. “Apaan sih?”
Jirou nyengir, “Aku dan Gakuto berencana ngerjain Choutarou.”
Hening seketika, Ryou bahkan tak berkedip.
“Ide bagus.” kata Ryou tiba-tiba. “Gue ikut!”
“Eh, kau tak mencoba melindunginya?”
“Hahaha, sekali-kali nggak apa-apa.” Cowok bertopi biru sambil senyum yandere.
“BAGUSSSSLAAAAH……………!” teriak Jirou girang.
“So, gimana rencananya?”

Siang harinya waktu istirahat makan siang,
Trio mini Hyoutei itu mengendap-endap masuk ke laboratorium biologi, sesekali menengok ke belakang takut kalo ketauan. Akhirnya mereka masuk ke laboratorium dan mulai mencari kodok yang di maksud.
“Ini kodoknya?” tanya Ryou.
“Yup, kita ambil nanti saja saat pulang.” jawab Gakuto yang berdiri 2 meter dari akuarium tempat kodok itu.
“Tchh~ kenapa kalian jauh-jauh gitu?”
Gakuto dan Jirou nyengir.
“Kalian mau ngerjain Choutarou pake kodok tapi kalian sendiri takut sama kodok? Tch~ Gekidasa da na!” (A/N : Kyaaaa)

Pulang sekolah,
“Sini-sini kodoknya,” kata Gakuto sambil menyiapkan alat pancing yang sengaja dia bawa.
“Sip, udah beres.” Jirou nyengir lebar ketika kodok itu sudah terpasang dengan aman di alat pancing.
“Hihihihi…” mereka bertiga cekikian.
“Sekarang kita sembunyi di semak-semak.” Ajak Ryou.

Ootori Choutarou, baru saja selesai membersihkan kelasnya sekarang dia bermaksud langsung pulang ke rumah karena kebetulan sedang tidak ada kegiatan klub. Bocah polos itu berjalan sambil menyenandungkan lagu favorite-nya.  Sesekali dia berhenti untuk menyapa teman-temannya, sebenarnya dia berharap bertemu senpai kesayangannya, Shishido Ryou, namun dari tadi dia tak melihat batang hidungnya. Apa boleh buat, mungkin senpainya itu tengah mengikuti pelajaran tambahan maklum udah mau ujian, pikirnya. Tapi tak dia sangka senpainya itu malah tengah menyiapkan kejutan untuknya.
Ryou, Gakuto dan Jirou sesekali melihat dari balik semak menunggu kedatangan Choutarou. Tak lama sosok tinggi berambut silver abu-abu itu terlihat, mereka bertiga mulai bersiap.
“Sini, gue yang bawa.” Kata Gakuto sambil merebut alat pancing dari tangan Ryou.
“Loh, berani lo?”
“Berani, “ jawab Gakuto sambil gemetaran.
Langkah demi langkah Choutarou mulai mendekati semak-semak tempat persembunyian mereka. Tiga orang bocah kelas 3 SMP itu menahan nafas, setelah Choutarou melewati semak, mereka bertiga bangkit dari duduknya.
San, Ni, Ich !” perlahan Jirou memberi aba-aba yang lalu diikuti Gakuto dengan melempar alat pancing.
POP !!!
Kodok tersebut mendarat manis di kepala Choutarou.

Choutarou Ootori menghentikan langkahnya.
“Etto, apa yang terjadi? Apa yang mendarat di kepalaku” tanyanya dalam hati  sambil memejamkan mata. “Aku tak berani melihat….”
Keringat dingin meluncur dari keningnya,
Trio senpai kurang ajar menahan tawa mereka di balik semak. Muka Gakuto sudah hampir semerah rambutnya sedangkan Jirou berusah menutup mulutnya agar tawanya tak meledak.
Choutarou akhirnya memberanikan diri, tangan mulusnya bergetar meraba benda aneh di kepalanya.
Asdfghjkl @#4^()^$%!!!
Akhirnya Choutarou tak tahan lagi dia jatuh terduduk sambil menangis keras.
“Huuuua… kodok !!!”
Melihat kohainya berhasil dikerjai, trio hyoutei itu keluar dari persembunyiann sambil ngakak puas. Mereka segera menghampiri Choutarou untuk menenangkannya.
“Sudah..sudah.. jangan nangis.” Ryou menenangkan.
“Hahaha, Choutarou ayo dong kan becanda.” Gakuto ikut menenangkan, sedangkan Jirou masih rolling on the floor laughing.
Choutarou malah semakin terisak, dia masih merinding disko karena kodok itu masih asyik nangkring di kepalnya.
“Chouta, berhenti dong nangisnya.” pinta Gakuto.
Sambil tersengal-sengal Choutarou berkata, “Kodoknya bawa pergi.”
“Oh iya, sampe kelupaan. Gakuto, balikin sana kodoknya.” perintah Ryou.
“Takuuut !”
“Tadi berani kan, udah cepetan.” Sekarang Ryou sedikit membentak. Dia kasian pada Choutarou yang mukanya sudah merah bahkan sulit bernafas karena tangisnya semakin menjadi.
“I-iya.” Gakuto segera menangkap kodok dari kepala Choutarou.
“Uwaaa…. Jijik!” teriaknya sambil berlari ke lab.
“Oi, Gakuto tungguin!” Jirou menyusul Gakuto yang berlari.

Sekarang tinggal mereka berdua, tangis Choutarou semakin reda. Shishido masih mengelus-elus pundak Chouta untuk menenangkannya (A/N: senpai mesum :P)
“Udah berhenti nangisnya?”
Choutarou tak menjawab, dia memandang ke bawah sambil menggigit bibir bawahnya berusaha agar tak menangis lagi.
“Marah ya?”
Choutarou menengok ke arah Ryou lalu kembali menunduk.
“Maaf ya, kan cuma bercanda.”
“Keterlaluan.” ujar Choutarou tanpa memandang Ryou.
“Eh, itu rencana mereka aku kan cuma ikutan.” Ryou salah tingkah. “Udah dong jangan ngambek, maksud mereka baik kok itu tandanya mereka perhatian padamu.”
“Shishido-san jahat!”
Ryou menghela nafas panjang, “Maaf deh, kan udah kubilang itu tanda perhatian, dan …. Sayang.”
Mata cokelat Choutarou membesar.
“Coba bilang lagi?”
“Eh, apa?”
“Yang barusan.”
Shishido blushing tiba-tiba,”Sa-sayang..”
Choutarou tersenyum malu,”Shishido-san sayang padaku?”
“Mampus !” umpat Ryou dalam hati.
Dia mengangguk sambil salah tingkah.
“Terimakasih, nggak jadi marah deh!” kata Choutarou gembira sambil memeluk Shishido.
“Dasar!”
OWARI

Terimakasih jika anda sudi membacanya, saya nggak tau deh padahal saya berpikir endingnya bukan begini tapi ujung-ujungnya tetep yaoi walo dikit. Saya merasa antiklimaks deh fanfic ini, iya nggak?
Saya sedang mencoba menulis fanfic lagi, habisnya libur saya jobless hahaha paling nggak produktif bikin fanfic gitu. Dan karena saya begitu mencinta SHISHITORI saya akan mencoba membuat fanfic mereka dan anggota Hyoutei lain. KATSU NO  WA HYOUTEI !!
Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, ehem, bonus dari membaca  fanfic ini adalah KLIK. Album NamiDai ini baru rilis tanggal 13 Juli 2011 kemarin. Setelah saya download, ya ampunnn kangen rasanya fangirling SHISHITORI dan pas banget nemu fanart tadi so jadilah fanfic pendek tak bermakna ini.
Saya pengen bikin fanfic yang serius, ya ampun pengen tapi nggak bisa. Kalo liat fanfic lain bagus-bagus deh diksi yang dipakai. Saya malu sama umur, haha, udah segini fanfic yang dibikin ratednya cuma berkisar K sampai T kapan bikin M?

2 comments:

  1. ahaa! akhirnya aktif lagi kmu nulis ff haruchii #komennya telat

    hei hei..jgn bilang iri ngeliat fanfic serius orang. aq juga iri liat ff humor gak jelas ini keluar dari otakmu #bahasa yg kasar
    karena ff humor pertama yg ta bikin (segera publish lho!#promosi) juga semakin gak jelas dari ini.

    liburan, rajin nulis ff nyok!

    BalasHapus
  2. sankyuu :)

    Iya iri,yang ceritanya serius terus daleeeem sampe bisa bikin nangis huhuhuhuhuhuhu
    Ciee sip, ditunggu FFnya.

    Insya Allah, sudah ada di otak kok tinggal nulis cuma malesnya selalu ajaaaa .___.

    BalasHapus