Dengan
membaca postingan ini anda akan mendapat bonus berupa link donlot album ROOTERS
milik Namikawa Daisuke ( Nggak penting). Inspirasi datang dari fanart di bawah
XD
PRANK
RATED K-K+
HUMOR, FRIENDSHIP, SLICE OF LIFE
TENIPURI BELONGS TO TAKESHI KONOMI
“Hihihihihi” terdengar suara tawa tertahan
dari dua orang remaja tanggung di pojokan lapangan tennis Hyoutei Gakuen.
Yang satu berambut bob merah sedangkan yang
satu berambut ikal pirang, keduanya berbadan mungil dengan muka menggemaskan.
Di sela-sela tawanya mereka terbatuk-batuk karena kekurangan oksigen.
“Hahaha, kita ajak Ryou yuk.” Kata cowok
berambut ikal pirang.
“Ah,nggak perlu dia pasti nggak setuju, dia
kan protektif pada Choutarou.” jawab si rambut bob merah.
“Tapi kan aku jijik kalo liat kodok, kamu
juga kan? Terus siapa yang mau ngambil kodok dari lab biologi?”
“Iya juga ya.” si rambut merah yang bernama
Mukahi Gakuto itu meregangkan tubuhnya. “Uhm, tapi nanti kalo Ryou nggak setuju
bisa-bisa kita dibantai.”
“Gampang, besok deh aku bilang ke dia. Kita
bertiga kan temen dari SD masa sih Ryou tega milih Choutarou yang baru
dikenalnya di SMP daripada kita berdua.” kata si rambut pirang, Akutagawa Jirou,
percaya diri.
“Yah elo, cinta Ryou kan udah melekat ke
Choutarou bisa aja kan dia melupakan masa-masa indah kita bertiga dulu.”
“Yah, we never know until we try.”
“Sok lu !” kata Gakuto sambil menjitak
kepala Jirou.
Keesokan harinya,
“Ryou, bisa bicara sebentar?” tanya Jirou
kepada teman yang duduk di sebelahnya.
Temannya itu menengok,”Apa?” jawabnya cuek.
“Aku tau kau begitu mencintai Choutarou
sepenuh hatimu, akupun tau kau pasti tak akan membiarkan seseorang melukainya
baik itu cuma segores, juga aku tau kau pasti tak akan membiarkan Choutarou
menangis…”
“STOP!” Shishido Ryou nama pemuda itu
mengernyit. “Apaan sih?”
Jirou nyengir, “Aku dan Gakuto berencana
ngerjain Choutarou.”
Hening seketika, Ryou bahkan tak berkedip.
“Ide bagus.” kata Ryou tiba-tiba. “Gue
ikut!”
“Eh, kau tak mencoba melindunginya?”
“Hahaha, sekali-kali nggak apa-apa.” Cowok
bertopi biru sambil senyum yandere.
“BAGUSSSSLAAAAH……………!” teriak Jirou girang.
“So, gimana rencananya?”
Siang harinya waktu istirahat makan
siang,
Trio mini Hyoutei itu mengendap-endap masuk
ke laboratorium biologi, sesekali menengok ke belakang takut kalo ketauan.
Akhirnya mereka masuk ke laboratorium dan mulai mencari kodok yang di maksud.
“Ini kodoknya?” tanya Ryou.
“Yup, kita ambil nanti saja saat pulang.” jawab
Gakuto yang berdiri 2 meter dari akuarium tempat kodok itu.
“Tchh~ kenapa kalian jauh-jauh gitu?”
Gakuto dan Jirou nyengir.
“Kalian mau ngerjain Choutarou pake kodok
tapi kalian sendiri takut sama kodok? Tch~ Gekidasa da na!” (A/N : Kyaaaa)
Pulang sekolah,
“Sini-sini kodoknya,” kata Gakuto sambil
menyiapkan alat pancing yang sengaja dia bawa.
“Sip, udah beres.” Jirou nyengir lebar
ketika kodok itu sudah terpasang dengan aman di alat pancing.
“Hihihihi…” mereka bertiga cekikian.
“Sekarang kita sembunyi di semak-semak.”
Ajak Ryou.
Ootori Choutarou, baru saja selesai
membersihkan kelasnya sekarang dia bermaksud langsung pulang ke rumah karena
kebetulan sedang tidak ada kegiatan klub. Bocah polos itu berjalan sambil
menyenandungkan lagu favorite-nya.
Sesekali dia berhenti untuk menyapa teman-temannya, sebenarnya dia
berharap bertemu senpai kesayangannya, Shishido Ryou, namun dari tadi dia tak
melihat batang hidungnya. Apa boleh buat, mungkin senpainya itu tengah
mengikuti pelajaran tambahan maklum udah mau ujian, pikirnya. Tapi tak dia
sangka senpainya itu malah tengah menyiapkan kejutan untuknya.
Ryou, Gakuto dan Jirou sesekali melihat
dari balik semak menunggu kedatangan Choutarou. Tak lama sosok tinggi berambut
silver abu-abu itu terlihat, mereka bertiga mulai bersiap.
“Sini, gue yang bawa.” Kata Gakuto sambil
merebut alat pancing dari tangan Ryou.
“Loh, berani lo?”
“Berani, “ jawab Gakuto sambil gemetaran.
Langkah demi langkah Choutarou mulai
mendekati semak-semak tempat persembunyian mereka. Tiga orang bocah kelas 3 SMP
itu menahan nafas, setelah Choutarou melewati semak, mereka bertiga bangkit
dari duduknya.
“San, Ni, Ich !” perlahan Jirou
memberi aba-aba yang lalu diikuti Gakuto dengan melempar alat pancing.
POP !!!
Kodok tersebut mendarat manis di kepala
Choutarou.
Choutarou Ootori menghentikan langkahnya.
“Etto, apa yang terjadi? Apa yang mendarat
di kepalaku” tanyanya dalam hati sambil memejamkan
mata. “Aku tak berani melihat….”
Keringat dingin meluncur dari keningnya,
Trio senpai kurang ajar menahan tawa mereka
di balik semak. Muka Gakuto sudah hampir semerah rambutnya sedangkan Jirou
berusah menutup mulutnya agar tawanya tak meledak.
Choutarou akhirnya memberanikan diri,
tangan mulusnya bergetar meraba benda aneh di kepalanya.
Asdfghjkl @#4^()^$%!!!
Akhirnya Choutarou tak tahan lagi dia jatuh
terduduk sambil menangis keras.
“Huuuua… kodok !!!”
Melihat kohainya berhasil dikerjai, trio
hyoutei itu keluar dari persembunyiann sambil ngakak puas. Mereka segera
menghampiri Choutarou untuk menenangkannya.
“Sudah..sudah.. jangan nangis.” Ryou
menenangkan.
“Hahaha, Choutarou ayo dong kan becanda.”
Gakuto ikut menenangkan, sedangkan Jirou masih rolling on the floor laughing.
Choutarou malah semakin terisak, dia masih
merinding disko karena kodok itu masih asyik nangkring di kepalnya.
“Chouta, berhenti dong nangisnya.” pinta
Gakuto.
Sambil tersengal-sengal Choutarou berkata,
“Kodoknya bawa pergi.”
“Oh iya, sampe kelupaan. Gakuto, balikin
sana kodoknya.” perintah Ryou.
“Takuuut !”
“Tadi berani kan, udah cepetan.” Sekarang
Ryou sedikit membentak. Dia kasian pada Choutarou yang mukanya sudah merah
bahkan sulit bernafas karena tangisnya semakin menjadi.
“I-iya.” Gakuto segera menangkap kodok dari
kepala Choutarou.
“Uwaaa…. Jijik!” teriaknya sambil berlari
ke lab.
“Oi, Gakuto tungguin!” Jirou menyusul
Gakuto yang berlari.
Sekarang tinggal mereka berdua, tangis
Choutarou semakin reda. Shishido masih mengelus-elus pundak Chouta untuk
menenangkannya (A/N: senpai mesum :P)
“Udah berhenti nangisnya?”
Choutarou tak menjawab, dia memandang ke
bawah sambil menggigit bibir bawahnya berusaha agar tak menangis lagi.
“Marah ya?”
Choutarou menengok ke arah Ryou lalu
kembali menunduk.
“Maaf ya, kan cuma bercanda.”
“Keterlaluan.” ujar Choutarou tanpa
memandang Ryou.
“Eh, itu rencana mereka aku kan cuma
ikutan.” Ryou salah tingkah. “Udah dong jangan ngambek, maksud mereka baik kok
itu tandanya mereka perhatian padamu.”
“Shishido-san jahat!”
Ryou menghela nafas panjang, “Maaf deh, kan
udah kubilang itu tanda perhatian, dan …. Sayang.”
Mata cokelat Choutarou membesar.
“Coba bilang lagi?”
“Eh, apa?”
“Yang barusan.”
Shishido blushing
tiba-tiba,”Sa-sayang..”
Choutarou tersenyum malu,”Shishido-san
sayang padaku?”
“Mampus !” umpat Ryou dalam hati.
Dia mengangguk sambil salah tingkah.
“Terimakasih, nggak jadi marah deh!” kata
Choutarou gembira sambil memeluk Shishido.
“Dasar!”
OWARI
Terimakasih jika anda sudi membacanya, saya
nggak tau deh padahal saya berpikir endingnya bukan begini tapi ujung-ujungnya
tetep yaoi walo dikit. Saya merasa antiklimaks deh fanfic ini, iya nggak?
Saya sedang mencoba menulis fanfic lagi,
habisnya libur saya jobless hahaha paling nggak produktif bikin fanfic
gitu. Dan karena saya begitu mencinta SHISHITORI saya akan mencoba
membuat fanfic mereka dan anggota Hyoutei lain. KATSU NO WA HYOUTEI !!
Seperti yang sudah saya sebutkan diatas,
ehem, bonus dari membaca fanfic ini
adalah KLIK. Album NamiDai ini baru rilis tanggal 13 Juli 2011 kemarin. Setelah
saya download, ya ampunnn kangen rasanya fangirling SHISHITORI
dan pas banget nemu fanart tadi so jadilah fanfic pendek tak bermakna ini.
Saya pengen bikin fanfic yang serius, ya
ampun pengen tapi nggak bisa. Kalo liat fanfic lain bagus-bagus deh diksi yang
dipakai. Saya malu sama umur, haha, udah segini fanfic yang dibikin ratednya
cuma berkisar K sampai T kapan bikin M?

ahaa! akhirnya aktif lagi kmu nulis ff haruchii #komennya telat
BalasHapushei hei..jgn bilang iri ngeliat fanfic serius orang. aq juga iri liat ff humor gak jelas ini keluar dari otakmu #bahasa yg kasar
karena ff humor pertama yg ta bikin (segera publish lho!#promosi) juga semakin gak jelas dari ini.
liburan, rajin nulis ff nyok!
sankyuu :)
BalasHapusIya iri,yang ceritanya serius terus daleeeem sampe bisa bikin nangis huhuhuhuhuhuhu
Ciee sip, ditunggu FFnya.
Insya Allah, sudah ada di otak kok tinggal nulis cuma malesnya selalu ajaaaa .___.