ATOBE JADI BINTANG IKLAN?
PoT Belongs to Konomi Takeshi
Humor
Munehiro
Kabaji berdiri tegang di depan pintu ruang klub tennis Hyoutei, tanpa banyak
bicara dia hanya menggeleng menanggapi ocehan
Gakuto Mukahi yang tengah naik darah pengen masuk ke dalam ruangan.
“KABAJI !” teriak
Gakuto Mukahi kesal. “Ayolah, kami mau masuk ke dalam!”
Kabaji
menggeleng.
“Kabaji
minggir, gue kepanasan butuh AC.” kata Ryou Shishido ceplas-ceplos.
Kabaji
menggeleng kembali.
“Perintah
senpai !” Shishido berbicara tegas.
“Gomen,
tidak bisa” Kabajipun balik menjawab dengan tegas.
“Gyaaaah!!!”
Gakuto dan Shishido kesal, mereka mulai garuk-garuk tembok.
“Shishido-san,
sayang kan temboknya digaruk-garuk” kata Choutarou polos. “Kabaji-kun, kenapa
nggak boleh masuk? Kan bentar lagi latihan kami harus ganti baju.”
Kabaji hanya
diam.
“Ada apa?”
tanya Wakashi Hiyoshi yang barusan datang.
“Hiyoshi,
coba deh bujuk Kabaji . Kita nggak boleh masuk, pindah tempat dari depan pintu
aja Kabaji enggak mau.” pinta Choutarou.
“Ohh” ujar
Hiyoshi kalem.
Hiyoshi
memandang Kabaji. Kabaji balik memandang Hiyoshi. Mereka berpandangan,
lama-lama mendekatkan wajah dan CHUU. Tidak, maaf bukan begitu
seharusnya !!!
“Kabaji,
kami bisa telat latihan kalau kau menghalangi kami yang mau ganti baju.” kata Hiyoshi
tegas.
Kabaji diam.
“Hei, kau
dengar kata-kataku tidak?” Hiyoshi emosi.
“Maaf, Atobe-san
sedang tidak bisa digangu.” akhirnya Kabaji mengutarakan alasannya.
“Atobe-san
ada di dalam?”
“Kalau Atobe
ada di dalam terus kenapa kami nggak boleh masuk, haa?” Gakuto uring-uringan
lagi.
“Hooooy....!”
sebuah suara riang datang dari Jirou Akutagawa yang barusan datang diikuti Yuushi
Oshitari dari belakang.
“HEEEEEH?
KOK KALIAN DATANG BERDUA!” Gakuto tambah uring-uringan. “YUUSHI, KAU SELINGKUH
DAN KAU JIROU, SEBAGAI SAHABAT KAU TELAHMENGKHIANATIKU!!”
Gakuto duduk
lemas dan menangis sejadi-jadinya, dia berdoa,”Ya Allah, apa salah hamba?
sahabat saya sendiri merebut pacar hamba. Hamba tak kuasa menghadapinya Ya
Allah…”
“Gakuto,
stop deh lebay amat!” Yuushi menarik lengan Gakuto membantunya berdiri.
Gakuto
menggembungkan pipinya, ngambek.
“Ciee Gakuto
cemburu, kami kan cuma papasan di lorong. Eke mah nggak lepel sama om-om
hentai, level eke kan om-om tajir kaya Kei-chan~” kata Jirou genit.
Melihat
kejadian opera sabun itu Shishido berbisik kepada Choutarou,
“Choutarou percayalah, aku nggak bakal selingkuh. Tak
akan kubiarkan kau menangis…” katanya sambil mengelus rambut Choutarou.
Choutarou
klepek-klepek dibuatnya.
Hiyoshi serasa mau muntah melihat dua scene
opera sabun murahan di depannya. Namun sebenernya dia iri bisa mesra-mesraan kaya gitu. Dia lihat
sekeliling namun Taki Haginosuke tidak ada, yang ada Kabaji yang masih berdiri
tegap layaknya tentara mau perang. Haruskah dia bermesraan dengan Kabaji? Tidak….
“Kabaji,
Atobe ada di dalam tapi kami nggak boleh masuk. Kenapa?” sekarang Jirou yang
angkat bicara, sebagai ‘nyonya Atobe’ dia didaulat untuk bertanya kepada
Kabaji. Teman-temannya yakin kalau Jirou yang tanya pasti Kabaji pasti mau
menjawab.
“Atobe-san sibuk.”
“Sibuk?” tanya anak-anak.
“Oh sou ka, kalau dia sibuk lebih baik
kita jangan mengganggunya. Mari kita tidur!” kata Jirou enteng.
“BAKA !!!” Shishido menjitak kepala
Jirou, Gakuto menampar pipi kiri Jirou, Hiyoshi mencubit pipi kanan Jirou, Oshitari
menabok pantat Jirou (Noh, mesum lagi
XD) , sedangkan Choutarou karena kasian dia cuma menggergaji kaki Jirou. Ups,
maaf sado-nya kumat, ini fict humor bukan gore!
“Emang sibuk apaan?” Oshitari Yuushi yang
bertanya. Mereka yakin karena Oshitari merupakan ‘member’ paling cool semoga
jawaban Kabaji sekarang lebih jelas.
“HI~MI~TSU!” jawab Kabaji sambil
mengedipkan mata dan berpose centil.
Oshitari dkk hanya jaw dropped
melihatnya. Bisakah kalian membayangkannya? Skip saja scene itu…
“Kabaji serius nih sekarang, ayo dong
jelaskan!” rayu Choutarou, Hyoutei’s Angel.
“Atobe-san sedang sibuk latihan.”
“Tennis? Kok di dalam ruangan?” tanya
Choutarou lagi.
“Bukan.”
“Lalu apa?” desak Choutaro lagi.
“Iklan.”
“IKLANNNN?” mereka berteriak.
“SASUGA KEI-CHAN, KAKKOI!!” Jirou
kegirangan.
“A- Atobe-san jadi bintang iklan?
Gekokujo da…!” Hiyoshi mulai memasuki dunia Gekokujonya.
“Atobe, sudah sejauh itu ternyata
kepopulerannya. Gue tidak bisa menyerah begitu saja, gue masih lebih ganteng
dari dia! Lagipula gue kan tensai!” Oshitari meyakinkan dirinya sendiri sambil
senyum-senyum geje.
“Atobe sekarang artis dong. Gue harus deket-deket sama dia siapa tau gue
bisa jadi penyanyi. Suara gue kan nggak kalah sama si Justin Bieber.
Ouououo…~” perlahan Gakuto nyanyi ‘Baby-nya
Justin Bieber’
“Choutarou, kenapa Kabaji nurut banget
sama kamu tiap pertanyaanmu dijawab mulu sama dia.” Shishido cemburu.
“Kan aku temenan sama Kabaji sejak esde
makanya aku tau cara menjinakkannya.”
Chou, Kabaji bukan gajah afrika !
“Atobe-san jadi bintang iklan, cukup
membuatku shock. Dia memang punya segalanya dan terkenal. Tapi ngiklan apaan?”
tanya Hiyoshi sinis.
Kabaji diam lagi, ekspresi wajahnya aneh.
Hey, jangan-jangan atobe ngiklanin produk aneh-aneh juga nih.
“Raket?” tebak Shishido.
“Sepatu olahraga?” tebak Hiyoshi
“Ponsel super canggih?” tebak Gakuto
“Jam tangan mahal?” tebak Choutarou
“Parfum?” tebak Jirou
“Pakaian dalam?” tebak Oshitari.
Semua melirik ke Oshitari,
“Kenapa?” tanya Oshitari dengan logat
kansai-nya.
Tiba-tiba pintu dibuka,
“Omaera.. urusai!” Atobe keluar
dari ruangan klub.
“Wuooooooooooooh!” anak-anak kaget.
“Kenapa nggak langsung masuk malah ribut
di depan pintu.” Atobe marah lalu masuk kembali ke ruangan.
Mereka langsung masuk ke dalam,
cepat-cepat mempersiapkan segala
perlengkapan untuk latihan.
“Kenapa kalian bisa telat bersamaan, ahn~?
Oresama sudah disini sejak tadi.”
Anak-anak reguler Hyoutei berpandangan.
“Kami sudah datang dari tadi kok.” jawab
Jirou. “Tapi nggak boleh masuk sama Kabaji.”
Atobe mengernyitkan alisnya, dia
memandang Kabaji yang terlihat resah.
“ Tch, ya sudahlah yang penting kalian
sudah datang.”
Mereka berpandangan lagi, Gakuto mendesak
Yuushi lewat pandangan mata agar dia bertanya mengenai iklan yang dibintangi
Atobe, Yuushi malah melirik kembali pada Jirou. Tapi Jirou takut untuk bertanya
dia melirik Choutarou, Choutarou melirik Shishido, Shishido terang-terangan
ogah dia memadang tajam Hiyoshi, Hiyoshi manyun dia menghela nafas panjang dan
melirik Gakuto. Jadilah mereka saling melirik.
“Ada yang salah? Kalian aneh?” tanya
Atobe.
“Nggak ada apa-apa kok, Be!” jawab Gakuto
sambil nyengir.
“Lu kate ane babe elu!” Atobe nyolot.
“Hoy Atobe, Gakuto-ku jangan dimarahi
dong!” bentak Oshitari sambil mem-pukpuk kepala Gakuto.
“Oshitari juga jangan main nyolot ke
Kei-chan-ku dong!” Jirou tersinggung lalu dia duduk di dekat Atobe sambil
memeluk lengan Atobe.
Oshitari, Gakuto, Shishido, Choutarou dan
Hiyoshi memandang Jirou sambil nyengir. Mumpung Jirou baru sebelahan sama Atobe
Jirou bisa tanya mengenai iklan tadi, itu pikiran mereka berlima. Jirou sangat
mengerti dia mendapat tekanan tapi tetap saja dia masih ragu buat tanya, takut
kalo-kalo Atobe marah atau malah kumat narsisnya. Pandangan mereka berlima ke
Jirou makin lama makin tajam karena mereka memasang pisau, silet, samurai,
golok, dan tombak di ujung mata mereka. Delusional banget sih ini fanfic, skip saja kalimat tadi…
“Nee, Kei-chan~” rayu Jirou manja.
“Ahn~?” balas Atobe nggak kalah manja.
Yang lain muntah-muntah dan terbujur kaku
di lantai kaya ikan sarden.
“Kudengar kau jadi bintang iklan ya?”
Terlihat Kabaji mengelap peluh di
keningnya.
Atobe menautkan alisnya, Jirou agak
ketakutan. Namun, Atobe malah tersenyum.
“Benar. Oresama bermaksud memberi
surprise tapi ternyata kalian sudah tau ya.” Atobe melirik ke Kabaji yang
sekarang terlihat ngos-ngosan.
“IKLAN APA?” tanya mereka semua, kecuali
Kabaji tentunya.
“Are? Kalian penasaran ya?” Atobe
senyum-senyum karena jadi pusat perhatian.
“Raket?” tebak Shishido.
“Sepatu olahraga?” tebak Hiyoshi
“Ponsel super canggih?” tebak Gakuto
“Jam tangan mahal?” tebak Choutarou
“Parfum?” tebak Jirou
“Pakaian dalam?” tebak Oshitari.
Semua melirik ke Oshitari,
“Kenapa?” tanya Oshitari dengan logat
kansai-nya (lagi).
“Bukan.” jawab Atobe enteng. “Seharian
ini Oresama telah berlatih untuk scene iklan tersebut. Baiklah, akan
oresama tunjukkan hasil latihan seharian ini.”
Sang Oresama melangkahkan kakinya ke meja
dan mengambil sesuatu dari laci.
Mereka semua menahan nafas. Penasaran.
Sambil membawa benda berbentuk lonjong
panjang dengan bungkus berwarna cokelat sang Buchou melakukan jentikan jari seperti biasa.
CTAK
Perlahan berkata,”Mau hebat seperti
Oresama, makan SO NICE dan berlatih keras. Ahn~ Oresama no bigi ni yoi na~” ditutup
dengan gaya ‘Insight’.
Sekali lagi, member reguler team tennis
Hyoutei jaw dropped sedang Kabaji hanya menundukkan wajahnya.
“Bagaimana,
kalian terpukau kan~” kata Atobe songong sambil senyum gagah.
“Ppppppffft, muahahahahahahahahahahahaha~”
sontak mereka rolling on the floor laughing my ass off.
“Sudah kuduga, iklan itu hanya akan
memalukan Atobe-san. Maaf, saya tidak bisa menjaga keanggunan nama anda.” sesal
Kabaji dalam hati.
OWARI

0 comments:
Poskan Komentar