16 Agustus 2011

FF: ATOBE JADI BINTANG IKLAN?


ATOBE JADI BINTANG IKLAN?
PoT Belongs to Konomi Takeshi
Humor

 
Munehiro Kabaji berdiri tegang di depan pintu ruang klub tennis Hyoutei, tanpa banyak bicara dia hanya menggeleng menanggapi ocehan  Gakuto Mukahi yang tengah naik darah pengen masuk ke dalam ruangan.
“KABAJI !” teriak Gakuto Mukahi kesal. “Ayolah, kami mau masuk ke dalam!”
Kabaji menggeleng.
“Kabaji minggir, gue kepanasan butuh AC.” kata Ryou Shishido ceplas-ceplos.
Kabaji menggeleng kembali.
“Perintah senpai !” Shishido berbicara tegas.
“Gomen, tidak bisa” Kabajipun balik menjawab dengan tegas.
“Gyaaaah!!!” Gakuto dan Shishido kesal, mereka mulai garuk-garuk tembok.
“Shishido-san, sayang kan temboknya digaruk-garuk” kata Choutarou polos. “Kabaji-kun, kenapa nggak boleh masuk? Kan bentar lagi latihan kami harus ganti baju.”
Kabaji hanya diam.
“Ada apa?” tanya Wakashi Hiyoshi yang barusan datang.
“Hiyoshi, coba deh bujuk Kabaji . Kita nggak boleh masuk, pindah tempat dari depan pintu aja Kabaji enggak mau.” pinta Choutarou.
“Ohh” ujar Hiyoshi kalem.
Hiyoshi memandang Kabaji. Kabaji balik memandang Hiyoshi. Mereka berpandangan, lama-lama mendekatkan wajah dan CHUU. Tidak, maaf bukan begitu seharusnya !!!

“Kabaji, kami bisa telat latihan kalau kau menghalangi kami yang mau ganti baju.” kata Hiyoshi tegas.
Kabaji diam.
“Hei, kau dengar kata-kataku tidak?” Hiyoshi emosi.
“Maaf, Atobe-san sedang tidak bisa digangu.” akhirnya Kabaji mengutarakan alasannya.
“Atobe-san ada di dalam?”
“Kalau Atobe ada di dalam terus kenapa kami nggak boleh masuk, haa?” Gakuto uring-uringan lagi.
“Hooooy....!” sebuah suara riang datang dari Jirou Akutagawa yang barusan datang diikuti Yuushi Oshitari  dari belakang.
“HEEEEEH? KOK KALIAN DATANG BERDUA!” Gakuto tambah uring-uringan. “YUUSHI, KAU SELINGKUH DAN KAU JIROU, SEBAGAI SAHABAT KAU TELAHMENGKHIANATIKU!!”
Gakuto duduk lemas dan menangis sejadi-jadinya, dia berdoa,”Ya Allah, apa salah hamba? sahabat saya sendiri merebut pacar hamba. Hamba tak kuasa menghadapinya Ya Allah…”
“Gakuto, stop deh lebay amat!” Yuushi menarik lengan Gakuto membantunya berdiri.
Gakuto menggembungkan pipinya, ngambek.
“Ciee Gakuto cemburu, kami kan cuma papasan di lorong. Eke mah nggak lepel sama om-om hentai, level eke kan om-om tajir kaya Kei-chan~” kata Jirou genit.
Melihat kejadian opera sabun itu Shishido berbisik kepada Choutarou,
“Choutarou  percayalah, aku nggak bakal selingkuh. Tak akan kubiarkan kau menangis…” katanya sambil mengelus rambut Choutarou.
Choutarou klepek-klepek dibuatnya.
Hiyoshi serasa mau muntah melihat dua scene opera sabun murahan di depannya. Namun sebenernya dia iri  bisa mesra-mesraan kaya gitu. Dia lihat sekeliling namun Taki Haginosuke tidak ada, yang ada Kabaji yang masih berdiri tegap layaknya tentara mau perang. Haruskah dia bermesraan dengan Kabaji? Tidak….

 “Kabaji, Atobe ada di dalam tapi kami nggak boleh masuk. Kenapa?” sekarang Jirou yang angkat bicara, sebagai ‘nyonya Atobe’ dia didaulat untuk bertanya kepada Kabaji. Teman-temannya yakin kalau Jirou yang tanya pasti Kabaji pasti mau menjawab.
“Atobe-san sibuk.”
“Sibuk?” tanya anak-anak.
“Oh sou ka, kalau dia sibuk lebih baik kita jangan mengganggunya. Mari kita tidur!” kata Jirou enteng.
“BAKA !!!” Shishido menjitak kepala Jirou, Gakuto menampar pipi kiri Jirou, Hiyoshi mencubit pipi kanan Jirou, Oshitari menabok pantat  Jirou (Noh, mesum lagi XD) , sedangkan Choutarou karena kasian dia cuma menggergaji kaki Jirou. Ups, maaf sado-nya kumat, ini fict humor bukan gore!

“Emang sibuk apaan?” Oshitari Yuushi yang bertanya. Mereka yakin karena Oshitari merupakan ‘member’ paling cool semoga jawaban Kabaji sekarang lebih jelas.
“HI~MI~TSU!” jawab Kabaji sambil mengedipkan mata dan berpose centil.
Oshitari dkk hanya jaw dropped melihatnya. Bisakah kalian membayangkannya? Skip saja scene itu…

“Kabaji serius nih sekarang, ayo dong jelaskan!” rayu Choutarou, Hyoutei’s Angel.
“Atobe-san sedang sibuk latihan.”
“Tennis? Kok di dalam ruangan?” tanya Choutarou lagi.
“Bukan.”
“Lalu apa?” desak Choutaro lagi.
“Iklan.”
“IKLANNNN?” mereka berteriak.
“SASUGA KEI-CHAN, KAKKOI!!” Jirou kegirangan.
“A- Atobe-san jadi bintang iklan? Gekokujo da…!” Hiyoshi mulai memasuki dunia Gekokujonya.
“Atobe, sudah sejauh itu ternyata kepopulerannya. Gue tidak bisa menyerah begitu saja, gue masih lebih ganteng dari dia! Lagipula gue kan tensai!” Oshitari meyakinkan dirinya sendiri sambil senyum-senyum geje.
“Atobe sekarang artis dong.  Gue harus deket-deket sama dia siapa tau gue bisa jadi penyanyi. Suara gue kan nggak kalah sama si Justin Bieber. Ouououo…~”  perlahan Gakuto nyanyi ‘Baby-nya Justin Bieber’
“Choutarou, kenapa Kabaji nurut banget sama kamu tiap pertanyaanmu dijawab mulu sama dia.” Shishido cemburu.
“Kan aku temenan sama Kabaji sejak esde makanya aku tau cara menjinakkannya.”
Chou,  Kabaji  bukan gajah afrika !

“Atobe-san jadi bintang iklan, cukup membuatku shock. Dia memang punya segalanya dan terkenal. Tapi ngiklan apaan?” tanya Hiyoshi sinis.
Kabaji diam lagi, ekspresi wajahnya aneh. Hey, jangan-jangan atobe ngiklanin produk aneh-aneh juga nih.
“Raket?” tebak Shishido.
“Sepatu olahraga?” tebak Hiyoshi
“Ponsel super canggih?” tebak Gakuto
“Jam tangan mahal?” tebak Choutarou
“Parfum?” tebak Jirou
“Pakaian dalam?” tebak Oshitari.
Semua melirik ke Oshitari,
“Kenapa?” tanya Oshitari dengan logat kansai-nya.

Tiba-tiba pintu dibuka,
“Omaera.. urusai!” Atobe keluar dari ruangan klub.
“Wuooooooooooooh!” anak-anak kaget.
“Kenapa nggak langsung masuk malah ribut di depan pintu.” Atobe marah lalu masuk kembali ke ruangan.
Mereka langsung masuk ke dalam, cepat-cepat  mempersiapkan segala perlengkapan untuk latihan.
“Kenapa kalian bisa telat bersamaan, ahn~? Oresama sudah disini sejak tadi.”
Anak-anak reguler Hyoutei berpandangan.
“Kami sudah datang dari tadi kok.” jawab Jirou. “Tapi nggak boleh masuk sama Kabaji.”
Atobe mengernyitkan alisnya, dia memandang Kabaji yang terlihat resah.
“ Tch, ya sudahlah yang penting kalian sudah datang.”
Mereka berpandangan lagi, Gakuto mendesak Yuushi lewat pandangan mata agar dia bertanya mengenai iklan yang dibintangi Atobe, Yuushi malah melirik kembali pada Jirou. Tapi Jirou takut untuk bertanya dia melirik Choutarou, Choutarou melirik Shishido, Shishido terang-terangan ogah dia memadang tajam Hiyoshi, Hiyoshi manyun dia menghela nafas panjang dan melirik Gakuto. Jadilah mereka saling melirik.
“Ada yang salah? Kalian aneh?” tanya Atobe.
“Nggak ada apa-apa kok, Be!” jawab Gakuto sambil nyengir.
“Lu kate ane babe elu!” Atobe nyolot.
“Hoy Atobe, Gakuto-ku jangan dimarahi dong!” bentak Oshitari sambil mem-pukpuk kepala Gakuto.
“Oshitari juga jangan main nyolot ke Kei-chan-ku dong!” Jirou tersinggung lalu dia duduk di dekat Atobe sambil memeluk lengan Atobe.
Oshitari, Gakuto, Shishido, Choutarou dan Hiyoshi memandang Jirou sambil nyengir. Mumpung Jirou baru sebelahan sama Atobe Jirou bisa tanya mengenai iklan tadi, itu pikiran mereka berlima. Jirou sangat mengerti dia mendapat tekanan tapi tetap saja dia masih ragu buat tanya, takut kalo-kalo Atobe marah atau malah kumat narsisnya. Pandangan mereka berlima ke Jirou makin lama makin tajam karena mereka memasang pisau, silet, samurai, golok, dan tombak di ujung mata mereka. Delusional banget sih ini fanfic,  skip saja kalimat tadi…

“Nee, Kei-chan~” rayu Jirou manja.
“Ahn~?” balas Atobe nggak kalah manja.
Yang lain muntah-muntah dan terbujur kaku di lantai kaya ikan sarden.
“Kudengar kau jadi bintang iklan ya?”
Terlihat Kabaji mengelap peluh di keningnya.
Atobe menautkan alisnya, Jirou agak ketakutan. Namun, Atobe malah tersenyum.
“Benar. Oresama bermaksud memberi surprise tapi ternyata kalian sudah tau ya.” Atobe melirik ke Kabaji yang sekarang terlihat ngos-ngosan.
“IKLAN APA?” tanya mereka semua, kecuali Kabaji tentunya.
“Are? Kalian penasaran ya?” Atobe senyum-senyum karena jadi pusat perhatian.
“Raket?” tebak Shishido.
“Sepatu olahraga?” tebak Hiyoshi
“Ponsel super canggih?” tebak Gakuto
“Jam tangan mahal?” tebak Choutarou
“Parfum?” tebak Jirou
“Pakaian dalam?” tebak Oshitari.
Semua melirik ke Oshitari,
“Kenapa?” tanya Oshitari dengan logat kansai-nya (lagi).


“Bukan.” jawab Atobe enteng. “Seharian ini Oresama telah berlatih untuk scene iklan tersebut. Baiklah, akan oresama tunjukkan hasil latihan seharian ini.”
Sang Oresama melangkahkan kakinya ke meja dan mengambil sesuatu dari laci.
Mereka semua menahan nafas. Penasaran.
Sambil membawa benda berbentuk lonjong panjang dengan bungkus berwarna cokelat sang Buchou  melakukan jentikan jari seperti biasa.
CTAK
Perlahan berkata,”Mau hebat seperti Oresama, makan SO NICE dan berlatih keras. Ahn~ Oresama no bigi ni yoi na~” ditutup dengan gaya ‘Insight’.
Sekali lagi, member reguler team tennis Hyoutei jaw dropped sedang Kabaji hanya menundukkan wajahnya.
 “Bagaimana, kalian terpukau kan~” kata Atobe songong sambil senyum gagah.
“Ppppppffft, muahahahahahahahahahahahaha~” sontak mereka rolling on the floor laughing my ass off.
“Sudah kuduga, iklan itu hanya akan memalukan Atobe-san. Maaf, saya tidak bisa menjaga keanggunan nama anda.” sesal Kabaji dalam hati.
OWARI

0 comments:

Poskan Komentar