Gokaiger Changes into Ikhwan-Ukhti (?)
Gokaiger belongs to TOEI
K+
Captain Marvelous,Joe Gibken, Luka Millfy,Don Dogoier,Ahim de Famille,Gai Ikari
Cameo : Hino Eiji and Ankh
Seorang pemuda tinggi besar berambut
panjang berjalan tergopoh-gopoh menuju sebuah ruangan. Keringat mengucur dari
dari keningnya namun dia tak peduli, nafasnya menderu seiring dengan derap
langkah kaki. Akhirnya, dia sampai di tempat yang dia maksud yaitu sebuah loby
yang cukup luas dalam kapal perompak luar angkasa, Gokai Galleon. Terlihat dua
orang cewek manis tengah berbisik-bisik sambil melihat majalah. Lalu ada pula
dua orang cowok, yang satu berambut shaggy hitam sedang dipijat oleh cowok
berambut ikal pirang, dimana di kepala si rambut pirang bertengger
seekor robot kakaktua bernama, Navi.
“Okaeri Joe,” sapa si Rambut Pirang. Nama
aslinya Don namun oleh teman-temannya dia dipanggil Hakase.
“Hakase, jangan berhenti mijit!” si
rambut shaggy hitam protes.
“Jangan berhenti memijit.” ulang Navi
rese.
“Ah mou, kenapa aku harus mijitin kamu
sih! Navi, minggir dari kepalaku!”
Tanpa menjawab sapaan Hakase, cowok
berambut panjang bernama Joe itu langsung menuju dapur mengambil sebotol besar
air lalu kembali ke loby, dia duduk dan menikmati air tersebut.
“Wuih, keliatannya capek banget.” kata
cewek berjaket kuning, Luka.
Joe tak menjawab dia masih sibuk
menenggak air dalam botol sampai habis sebotol-botolnya.
“Aaah…”
“Joe-san, pasti berlatih sangat keras
ya.” kali ini Aim, cewek berambut hitam dikuncir yang berbicara.
“Aku haus.” jawab Joe singkat.
“Haha, kau tadi latihan pedang di Bumi
kan? Kenapa nggak jajan aja sekalian disana.” cowok yang dipijit Hakase, Marvelous
angkat bicara.
“Nah, itu masalahnya.”
“Kenapa?” tanya Hakase sambil
mencengkeram pundak Marvelous keras-keras.
Marvelous mengaduh.
“Ada apa Joe-san?”tanya Aim khawatir.
“Aku merasa penduduk bumi sangat aneh
belakangan ini.”
“Zangyack?” tanya Luka lirih.
Mata Marvelous mendelik, bagaimanapun dia
kapten di Gokai Galeon yang bertujuan mencari harta terbesar semesta dimana
harta itu ada di bumi. Jadi dia tak akan membiarkan bumi diincar oleh siapapun
apalagi Zangyazk, sebuah kerajaan luar angkasa yang telah menghancurkan banyak
planet di alam semesta.
“Entahlah. Masalahnya adalah aku tadi
benar-benar kehausan biasanya banyak warung yang buka dan menjajakan makanan
atau minuman. Namun tadi jarang toko yang buka, sampai aku kelilingin satu
kelurahanpun tidak ada warung yang buka. Cuma ada pedagang di jalan yang jualan
minuman, tapi minumannya rasa-rasa. Gue kan laki, laki nggak minum rasa-rasa!” jelas
Joe. (Joe ngiklan :p)
“Sasuga Joe Gibken!” Navi fangirling Joe
sambil kedip-kedip.
“Ah, aku juga merasa akhir-akhir ini bumi
sangat tenang. Penduduk bumi terlihat sangat cerah dan sabar jadinya tidak
terlalu banyak konflik.” Aim menambahkan
“Tapi kalau malam, anak-anak kecil suka
mainan bom. Tapi bomnya cuma berdaya ledak kecil, tapi tetap saja menyebalkan.”
sekarang Hakase yang berbicara. “Kemarin waktu jalan sama Luka, kami dikagetin
pake itu, kan kaget dan bahaya!”
Luka mengangguk-angguk,”Dan kelihatannya
penduduk bumi baru mau makan ketika matahari mulai tenggelam makanya
siang-siang banyak warung tutup.”
Marvelous tersenyum kecut. Lalu sebuah
suara khas mengagetkan mereka.
“MINNA-SAN !!!!” Seorang cowok bermuka
lucu masuk ke loby dengan hebring.
“Gai, jangan teriak-teriak dong!” Hakase
protes.
“Minna-san cepat liat TV!”
“Haa?”
Di layar TV mereka melihat seorang pria
berkemeja, namun kemeja itu agak berbeda dengan kemeja kebanyakan, ada ornamen-ornamen unik yang menghiasinya.
Belum lagi topi yang dipakai, bentuknya aneh. Dia tengah berdiri di tengah
orang lain yang duduk mengerubunginya. Orang-orang tersebut antara cowok dan
cewek terpisah. Yang cowok berpenampilan sama dengannya sedang yang cewek
berbaju tertutup bahkan kepala mereka ditutup kain.
“Dare?” tanya Luka.
“Orang ini baru terkenal di Bumi, coba
lihat gaya khasnya. Nah itu itu….” jawab Gai antusias sambil nunjuk TV.
“Jamaah….~”
“Oooy…~”
“Ooh.. Jamaah, Alhamdu…~”
“Lillah…~” serempak orang yang
mengelilinginya menjawab.
“Nanda sore?” tanya Marvelous
sambil mengedipkan satu matanya. (Apaan tuh? Jaja Miharja Japanese’s version)
“Namanya Ustad Maulana, di bumi dia baru
heboh-hebohnya tuh!”
Mereka tertegun melihat TV, semakin lama
mereka tonton bahasan yang dibicarakan semakin menarik. Ternyata keanehan tadi
karena penduduk bumi tengah melakukan Puasa Ramadhan. Sehingga, mereka hanya
makan –minum dari terbit matahari sampai tenggelam matahari. Selain menahan lapar-haus
mereka juga harus menahan segala emosi
dan menjaga hati agar selalu bersabar. Mendengar dan melihat penjelasan
ustad tersebut, anak-anak Gokaiger ini berniat mengikuti puasa layaknya
penduduk bumi.
“Yoooosh, kita ikut puasa!” kata
Marvelous.
“Puasa..Puasa…Puasa…!” teriak Navi riang.
Hari pertama puasa, anak-anak Gokaiger
sangat bersemangat. Mereka rela bangun awal untuk melakukan sahur. Bahkan
sekarang untuk mengisi waktu menuju berbuka puasa mereka belajar mengaji. Aim
dan Luka terlihat cantik mengenakan busana tertutup dengan jilbab manis model
jilbab Marshanda (?). Belum lagi penampilan para ikhwan yang begitu rapi dengan
baju koko dan peci. Ah maaf, author lebay membayangkan mereka berpenampilan
begitu, errrr #plak
“Saaa, aku mau belanja buat buka.” kata
Hakase.
“Ikut!” ujar Marvelous.
“Nggak usah, sendirian seperti biasa
aja.” tolak Hakase.
“Pokoknya ikut, kalo kamu tiba-tiba ga
kuat terus pingsan gimana?” Marvelous ngeles.
“Alasan mau kabur ga ikut ngaji ya,” kata
Luka sinis.
“Maksud lo?” Marvelous balas sinis.
“Hei, puasa jangan berantem” lerai Aim.
Luka dan Marvelous sama-sama buang muka.
“Berangkat dulu ya, Marve kalo mau ikut cepetan ganti baju!”
Di sebuah pasar, nggak elit amat di pasar.
Oke, di sebuah supermarket…
“Hakase,
ambil daging ! Ah, kepiting-udang-sosis- uhmm ikan ini boleh juga.” kata
Marvelous sambil masukin banyak barang ke keranjang.”
“Tunggu
Marvelous, terlalu banyak.” Hakase mengembalikan barang-barang tersebut.
“Apa
maksudmu? Kita seharian nggak makan pasti nanti makannya banyak.”
“Tapi enggak
serakus itu kan!” Hakase geram.
“Tch, tapi
aku MAU !”
“ENGGAK BOLEH !”
Marvelous membuang muka lalu dia berjalan
menjauh,
“Marve..~” Hakase mengikutinya.”Hayo,
puasa ga boleh marah!”
Marvelous berbalik,”Habis pelit amat, kan
tau sendiri aku nggak bisa makan kalo nggak ada daging!”
“Tau kok. Lihat nih, aku beli daging juga
tapi enggak sebanyak yang kamu ambil tadi. Rencananya aku mau bikin kare
makanan sukaan siapa tuh, ha? Kurang perhatiaan apa sih aku ke kamu!”
Marvelous tersipu,”Ternyata kau memang
perhatian, Don~ Na !”
“Jangan manggil aku kaya gitu!” muka
Hakase memerah.
“Hahaha, kan ga ada orang cuma berdua.
Ayo belanja lagi !” ajak Marvelous sambil memeluk pinggang Hakase.
“Marvelous hentikan, dilihat orang!
“Ah bodo amat, mumpung kita bisa jalan
berdua kan, Donna sayang!”
“Puasa itu menahan hawa nafsu juga tau,
nggak boleh pacaran!”
Marvelous melepas pelukannya,”Eh? Jadi
kau mengakui kalo selama ini kita pacaran? Senangnya…”
“Marvelous…..!”
“Kalo nggak pacaran nggak mungkin kita
sampai xxxxxx (author bingung mengisinya dengan apa) kan?” Marvelous senyum
nakal.
“HENTIKAN!”
“Hahahaha, iya iya, mukamu lucu tau Donna
sayang!”
Mereka melanjutkan belanja mereka,
sekarang tujuannya adalah membeli buah-buahan. Di perjalanan mereka berpasasan
dengan dua orang cowok aneh yang sedari tadi hanya bertengkar. Yang satu
berambut hitam shaggy mirip Marvelous, sedari tadi dia berbicara kepada temannya yang berambut pirang dengan
poni miring kekanan. Si cowok pirang tengah asyik menikmati es krim tanpa
mempedulikan si shaggy hitam.
“Hakase, orang itu makan tuh!” tunjuk
Marvelous.
“Dia bukan manusia kali kan yang disuruh
puasa cuma manusia.” jawab Hakase asal.
Sesaat si poni pirang melirik ke Hakase,
Hakase jadi belingsatan.
Marvelous manyun,”Tapi kayanya pernah
kenal itu orang berdua deh.”
“Masa? Perasaan doang kali, udah ayo cepetan!”
kata Hakase sambil ngacir, dia takut kalo disamperin si poni pirang.
Selesai berbelanja mereka langsung
pulang. Segera setelah memasuki lobby Marvelous menaruh barang belanjaan dengan
asal dan menuju kursi favoritnya.
“Tadaima.” sapa Hakase kepada
teman-temannya yang masih mengaji dengan rajin.
“Okaerinasai, Hakase-Marvelous-san.”
jawab Aim.
“Wah, masih rajin ngaji ya, lebih kalian
beristirahat beberapa jam lagi kan buka puasa.”
“Ini juga udah selesai kok.” jawab Luka
sambil membereskan semua buku yang mereka pelajari.
“Saa, sekarang kalian bantuin aku buat
buat buka puasa ya!” pinta Hakase.
“Kami kan capek belajar agama seharian, kami
mau tidur.” jawab Joe sambil meregangkan tangannya.
“Huh?”
“Iya benar kata Joe-san, tidur di waktu
puasa juga merupakan ibadah.” Gai menambahkan.
Joe,Gai, Aim dan Luka berjalan ke kamar
masing-masing diikuti dengan Marvelous.
“Marvelous, bantuin aku dong!”
“Capek, tadi yang bawain barang belanjaan
kan aku. Sekarang tugasmu yang masak. Jya..~”
“Ah mou, Minna-san…!” teriak Hakase geram.
OWARI
Ini fanfic gokai pertama saya, antiklimaks lagi deh sepertinya. Saya akan berusaha bikin lagi kapan-kapan. Ide awalnya malah kepikiran fanfic mature MarvelousXHakase, berhubung puasa ya ditahan dulu hohoho.

0 comments:
Poskan Komentar