16 Agustus 2011

FF: Gokaiger Changes into Ikhwan-Ukhti


Gokaiger Changes into Ikhwan-Ukhti (?)
Gokaiger belongs to TOEI
K+
Captain Marvelous,Joe Gibken, Luka Millfy,Don Dogoier,Ahim de Famille,Gai Ikari
 Cameo : Hino Eiji and Ankh


Seorang pemuda tinggi besar berambut panjang berjalan tergopoh-gopoh menuju sebuah ruangan. Keringat mengucur dari dari keningnya namun dia tak peduli, nafasnya menderu seiring dengan derap langkah kaki. Akhirnya, dia sampai di tempat yang dia maksud yaitu sebuah loby yang cukup luas dalam kapal perompak luar angkasa, Gokai Galleon. Terlihat dua orang cewek manis tengah berbisik-bisik sambil melihat majalah. Lalu ada pula dua orang cowok, yang satu berambut shaggy hitam sedang dipijat oleh  cowok  berambut ikal pirang, dimana di kepala si rambut pirang bertengger seekor robot kakaktua bernama, Navi.
“Okaeri Joe,” sapa si Rambut Pirang. Nama aslinya Don namun oleh teman-temannya dia dipanggil Hakase.
“Hakase, jangan berhenti mijit!” si rambut shaggy hitam protes.
“Jangan berhenti memijit.” ulang Navi rese.
“Ah mou, kenapa aku harus mijitin kamu sih! Navi, minggir dari kepalaku!”
Tanpa menjawab sapaan Hakase, cowok berambut panjang bernama Joe itu langsung menuju dapur mengambil sebotol besar air lalu kembali ke loby, dia duduk dan menikmati air tersebut.
“Wuih, keliatannya capek banget.” kata cewek berjaket kuning, Luka.
Joe tak menjawab dia masih sibuk menenggak air dalam botol sampai habis sebotol-botolnya.
“Aaah…”
“Joe-san, pasti berlatih sangat keras ya.” kali ini Aim, cewek berambut hitam dikuncir yang berbicara.
“Aku haus.” jawab Joe singkat.
“Haha, kau tadi latihan pedang di Bumi kan? Kenapa nggak jajan aja sekalian disana.” cowok yang dipijit Hakase, Marvelous angkat bicara.
“Nah, itu masalahnya.”
“Kenapa?” tanya Hakase sambil mencengkeram pundak Marvelous keras-keras.
Marvelous mengaduh.
“Ada apa Joe-san?”tanya  Aim khawatir.
“Aku merasa penduduk bumi sangat aneh belakangan ini.”
“Zangyack?” tanya Luka lirih.
Mata Marvelous mendelik, bagaimanapun dia kapten di Gokai Galeon yang bertujuan mencari harta terbesar semesta dimana harta itu ada di bumi. Jadi dia tak akan membiarkan bumi diincar oleh siapapun apalagi Zangyazk, sebuah kerajaan luar angkasa yang telah menghancurkan banyak planet di alam semesta.
“Entahlah. Masalahnya adalah aku tadi benar-benar kehausan biasanya banyak warung yang buka dan menjajakan makanan atau minuman. Namun tadi jarang toko yang buka, sampai aku kelilingin satu kelurahanpun tidak ada warung yang buka. Cuma ada pedagang di jalan yang jualan minuman, tapi minumannya rasa-rasa. Gue kan laki, laki nggak minum rasa-rasa!” jelas Joe. (Joe ngiklan :p)
“Sasuga Joe Gibken!” Navi fangirling Joe sambil kedip-kedip.
“Ah, aku juga merasa akhir-akhir ini bumi sangat tenang. Penduduk bumi terlihat sangat cerah dan sabar jadinya tidak terlalu banyak konflik.” Aim menambahkan
“Tapi kalau malam, anak-anak kecil suka mainan bom. Tapi bomnya cuma berdaya ledak kecil, tapi tetap saja menyebalkan.” sekarang Hakase yang berbicara. “Kemarin waktu jalan sama Luka, kami dikagetin pake itu, kan kaget dan bahaya!”
Luka mengangguk-angguk,”Dan kelihatannya penduduk bumi baru mau makan ketika matahari mulai tenggelam makanya siang-siang banyak warung tutup.”
Marvelous tersenyum kecut. Lalu sebuah suara khas mengagetkan mereka.
“MINNA-SAN !!!!” Seorang cowok bermuka lucu masuk ke loby dengan hebring.
“Gai, jangan teriak-teriak dong!” Hakase protes.
“Minna-san cepat liat TV!”
“Haa?”

Di layar TV mereka melihat seorang pria berkemeja, namun kemeja itu agak berbeda dengan kemeja kebanyakan,  ada ornamen-ornamen unik yang menghiasinya. Belum lagi topi yang dipakai, bentuknya aneh. Dia tengah berdiri di tengah orang lain yang duduk mengerubunginya. Orang-orang tersebut antara cowok dan cewek terpisah. Yang cowok berpenampilan sama dengannya sedang yang cewek berbaju tertutup bahkan kepala mereka ditutup kain.
Dare?” tanya Luka.
“Orang ini baru terkenal di Bumi, coba lihat gaya khasnya. Nah itu itu….” jawab Gai antusias sambil nunjuk TV.
“Jamaah….~”
“Oooy…~”
“Ooh.. Jamaah, Alhamdu…~”
“Lillah…~” serempak orang yang mengelilinginya menjawab.
Nanda sore?” tanya Marvelous sambil mengedipkan satu matanya. (Apaan tuh? Jaja Miharja Japanese’s version)
“Namanya Ustad Maulana, di bumi dia baru heboh-hebohnya tuh!”
Mereka tertegun melihat TV, semakin lama mereka tonton bahasan yang dibicarakan semakin menarik. Ternyata keanehan tadi karena penduduk bumi tengah melakukan Puasa Ramadhan. Sehingga, mereka hanya makan –minum dari terbit matahari sampai tenggelam matahari. Selain menahan lapar-haus mereka juga harus menahan segala emosi  dan menjaga hati agar selalu bersabar. Mendengar dan melihat penjelasan ustad tersebut, anak-anak Gokaiger ini berniat mengikuti puasa layaknya penduduk bumi.
“Yoooosh, kita ikut puasa!” kata Marvelous.
“Puasa..Puasa…Puasa…!” teriak Navi riang.

Hari pertama puasa, anak-anak Gokaiger sangat bersemangat. Mereka rela bangun awal untuk melakukan sahur. Bahkan sekarang untuk mengisi waktu menuju berbuka puasa mereka belajar mengaji. Aim dan Luka terlihat cantik mengenakan busana tertutup dengan jilbab manis model jilbab Marshanda (?). Belum lagi penampilan para ikhwan yang begitu rapi dengan baju koko dan peci. Ah maaf, author lebay membayangkan mereka berpenampilan begitu, errrr #plak
“Saaa, aku mau belanja buat buka.” kata Hakase.
“Ikut!” ujar Marvelous.
“Nggak usah, sendirian seperti biasa aja.” tolak Hakase.
“Pokoknya ikut, kalo kamu tiba-tiba ga kuat terus pingsan gimana?” Marvelous ngeles.
“Alasan mau kabur ga ikut ngaji ya,” kata Luka sinis.
“Maksud lo?” Marvelous balas sinis.
“Hei, puasa jangan berantem” lerai Aim.
Luka dan Marvelous sama-sama buang muka.
“Berangkat dulu ya,  Marve kalo mau ikut cepetan ganti baju!”

Di sebuah pasar, nggak elit amat di pasar. Oke, di sebuah supermarket…
“Hakase, ambil daging ! Ah, kepiting-udang-sosis- uhmm ikan ini boleh juga.” kata Marvelous sambil masukin banyak barang ke keranjang.”
“Tunggu Marvelous, terlalu banyak.” Hakase mengembalikan barang-barang tersebut.
“Apa maksudmu? Kita seharian nggak makan pasti nanti makannya banyak.”
“Tapi enggak serakus itu kan!” Hakase geram.
“Tch, tapi aku MAU !”
“ENGGAK BOLEH !”
Marvelous membuang muka lalu dia berjalan menjauh,
“Marve..~” Hakase mengikutinya.”Hayo, puasa ga boleh marah!”
Marvelous berbalik,”Habis pelit amat, kan tau sendiri aku nggak bisa makan kalo nggak ada daging!”
“Tau kok. Lihat nih, aku beli daging juga tapi enggak sebanyak yang kamu ambil tadi. Rencananya aku mau bikin kare makanan sukaan siapa tuh, ha? Kurang perhatiaan apa sih aku ke kamu!”
Marvelous tersipu,”Ternyata kau memang perhatian, Don~ Na !”
“Jangan manggil aku kaya gitu!” muka Hakase memerah.
“Hahaha, kan ga ada orang cuma berdua. Ayo belanja lagi !” ajak Marvelous sambil memeluk pinggang Hakase.
“Marvelous hentikan, dilihat orang!
“Ah bodo amat, mumpung kita bisa jalan berdua kan, Donna sayang!”
“Puasa itu menahan hawa nafsu juga tau, nggak boleh pacaran!”
Marvelous melepas pelukannya,”Eh? Jadi kau mengakui kalo selama ini kita pacaran? Senangnya…”
“Marvelous…..!”
“Kalo nggak pacaran nggak mungkin kita sampai xxxxxx (author bingung mengisinya dengan apa) kan?” Marvelous senyum nakal.
“HENTIKAN!”
“Hahahaha, iya iya, mukamu lucu tau Donna sayang!”
Mereka melanjutkan belanja mereka, sekarang tujuannya adalah membeli buah-buahan. Di perjalanan mereka berpasasan dengan dua orang cowok aneh yang sedari tadi hanya bertengkar. Yang satu berambut hitam shaggy mirip Marvelous, sedari tadi dia berbicara  kepada temannya yang berambut pirang dengan poni miring kekanan. Si cowok pirang tengah asyik menikmati es krim tanpa mempedulikan si shaggy hitam.
“Hakase, orang itu makan tuh!” tunjuk Marvelous.
“Dia bukan manusia kali kan yang disuruh puasa cuma manusia.” jawab Hakase asal.
Sesaat si poni pirang melirik ke Hakase, Hakase jadi belingsatan.
Marvelous manyun,”Tapi kayanya pernah kenal itu orang berdua deh.”
“Masa? Perasaan doang kali, udah ayo cepetan!” kata Hakase sambil ngacir, dia takut kalo disamperin si poni pirang.

Selesai berbelanja mereka langsung pulang. Segera setelah memasuki lobby Marvelous menaruh barang belanjaan dengan asal dan menuju kursi favoritnya.
“Tadaima.” sapa Hakase kepada teman-temannya yang masih mengaji dengan rajin.
“Okaerinasai, Hakase-Marvelous-san.” jawab Aim.
“Wah, masih rajin ngaji ya, lebih kalian beristirahat beberapa jam lagi kan buka puasa.”
“Ini juga udah selesai kok.” jawab Luka sambil membereskan semua buku yang mereka pelajari.
“Saa, sekarang kalian bantuin aku buat buat buka puasa ya!” pinta Hakase.
“Kami kan capek belajar agama seharian, kami mau tidur.” jawab Joe sambil meregangkan tangannya.
“Huh?”
“Iya benar kata Joe-san, tidur di waktu puasa juga merupakan ibadah.” Gai menambahkan.
Joe,Gai, Aim dan Luka berjalan ke kamar masing-masing diikuti dengan Marvelous.
“Marvelous, bantuin aku dong!”
“Capek, tadi yang bawain barang belanjaan kan aku. Sekarang tugasmu yang masak. Jya..~”
“Ah mou, Minna-san…!” teriak Hakase geram. 

OWARI

Ini fanfic gokai pertama saya, antiklimaks lagi deh sepertinya. Saya akan berusaha bikin lagi kapan-kapan. Ide awalnya malah kepikiran fanfic mature MarvelousXHakase, berhubung puasa ya ditahan dulu hohoho.

0 comments:

Poskan Komentar