Geje, jayus, OOC !
Rayuan Gombal
K
Humor, Slice of Life
Prince of Tennis belongs to Takeshi Konomi
Hari belum terlalu sore namun hujan lebat
mengguyur Tokyo di musim gugur bulan Oktober. Suasana yang tidak mendukung
membuat Atobe Keigo, buchou team tennis SMP Hyoutei, membatalkan
latihan. Sekarang mereka tengah berada di ruang klub sambil menunggu hujan
reda.
Atobe Keigo mengelus-elus rambut ikal
berwarna blonde milik Akutagawa Jirou yang tengah tiduran di
pangkuannya. Jirou sendiri tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan Atobe, sambil
tiduran ia membaca majalah manga yang baru saja dia beli. Kabaji Munehiro
berdiri di belakang sofa tegak, diam, namun siaga jika terjadi apa-apa.
Oshitari dan Hiyoshi tengah membaca buku favorit masing-masing, sedang
Shishido, Ootori dan Gakuto tengah bermain kartu Uno. Tiba-tiba sang buchou
berkata lembut pada Jirou.
“Jirou…”
“Ng?
“Kamu capek
ya?”
“Capek?
Enggak, kenapa?”
“Soalnya
kamu berlarian di pikiranku.”
Jirou
bangkit dari kubur tidurnya, kaget sambil malu-malu. Yang lainpun ikut
terhenyak.
“Kok
tiba-tiba...”
“Kembalilah
tidur, oresama akan jadi pangeran yang membangunkanmu dengan ciuman hangat.”
Wajah Jirou
makin merah,”Kei-chan pinter ngegombal ya.”
“Ahn~ Apa
yang mustahil bagi oresama. Oh ya, tadi oresama tadi habis jatuh. ”
“Eh? Kok
bisa, kapan?
“Iya… jatuh…
jatuh cinta sama kamu.”
Kabaji dkk
menahan muntah, sedangkan Jirou maki tenggelam dalam “kemaluan” *eh bener kan
ya*
“Cih, nggak
malu ya mesra-mesraan di depan orang.” kata Hiyoshi sinis.
Seakan cuek
dengan sindiran Hiyoshi, Atobe masih lanjut dengan gombalannya.
“Jirou, papa
kamu punya usaha laundry ya?”
“Iya, kok
tau?” Jirou antusias.
“Pelicin,
pewangi, pelembut, jadi satu.”
“Kyaa !!”
Jirou kegirangan tanpa peduli rayuan Atobe yang sungguh sangat maksa itu. Apa
maksudnya “pelicin” coba?
“Cie….” anggota
Hyoutei meledek.
“Ihihi, malu!!” Jirou membenamkan muka di pelukan
Atobe.
“Shishido,
coba kamu bikin rayuan gombal!” tantang Gakuto.
“Kenapa
harus aku?” tanya Shishido.
“Liat tuh
Choutarou berharap kau gombalin.”
Shishido
melirik Choutarou. Yeah, cowok berkalung salib itu nyengir.
“Emang iya,
Chouta?” tanya Shishido.
“Enggak.
Tapi kalo Shishido-san memaksa nggak apa-apa kok.Aku sih fine-fine aja.”
“Siapa yang
maksa aku kan tanya.” kata Shishido dalam hati.
“Ayo
Shishido,buktikan kau lelaki sejati!” Gakuto memanas-manasi sambil bawa obor
SEA GAMES.
“Baiklah,
akan kucoba. Uhuk..uhukk..” Shishido bepikir keras sampai terbatuk.
Spontan
Chouta dan Gakuto bilang ,” Batuk? Minum K*nidin!”
“Hmmm, Papa
Chouta pengacara kan ya?”
Choutarou
mengangguk manis.
“Ok, Papa
kamu pengacara ya?” tanya Shishido.
“IYA, KOK
TAU SIH ?” jawab Choutarou setengah teriak saking semangatnya.
“Karena kau
telah, ……………” Shishido berpikir keras, “Pengacara? Apaan ya….? Err…..”
Choutarou
yang sudah sangat antusias menjadi kecewa.
“Shi-shi-do-san~?”
“Pengacara
susah, Chouta!” Shishido terlihat menyesal.
Chouta
manyun,
”Gombalannya
nggak harus sesuai kenyataan kali!” sindir Gakuto
Shishido
menggaruk-garuk rambut coklatnya. Sekali lagi dia berpikir keras. Tak lama,
“Choutarou, papa
kamu tukang pukul bedug ya?”
Choutarou
mengernyit sedangkan Gakuto menahan tawa.
“Kok tau?”
tanya Choutarou ragu-ragu.
“Karena kau
telah men-dag-dig-dug-kan hatiku!” jawab Shishido lantang.
“Shishido-san,
bisa aja!!” kata Chouta malu sambil mukul-mukul lengan Shishido *mencoba
membayangkan*
Shishido
nyengir bangga, “Atau Papa kamu tukang kebun ya?”
Chouta yang
kegirangan langsung beringsut jatuh terduduk,”Eh, tukang kebun? Iya, kok tau
sih?”
“Karena,
karena kau telah menyirami hatiku yang kering, menanaminya dengan bunga-bunga
cinta dan memberi pupuk kasih sayang.”
Choutarou
memejamkan mata saking malunya, mukanya sekarang udah semerah rambut Gakuto.
Gakuto sendiri ngakak sambil gelundungan di lantai.
“Eh satu
lagi !” kata Shishido “Choutarou, papa kamu kuli bangunan ya?”
“Kenapa
emangnya?”
“Karena, kau
telah membangun kuil cinta di hatiku.” jawab Shishido sambil memegang tangan
Choutarou.
“SHISHIDO-SAN,
ARIGATOU !!” Choutarou malu-malu.
Eaa,
pasangan yang tengah ”lovey dovey” itu terhenti oleh sindiran Gakuto.
“Ehem, gue
jadi obat nyamuk nih? Btw, gombalan kamu lumayan sih. Tapi…”
“Apa lo?!”
Shishido mulai uring-uringan karena aktivitas sayang-sayangan tadi diganggu.
“Tukang
bedug, tukang kebun, kuli bangunan, lu kira papa Choutarou apaan? Kaga elit
amat!” sindir Gakuto sambil ngakak.
Urat di dahi
Shishido bergerak-gerak,”Sialan si Dora the explorer , dikira gampang
apa bikin gombalan.” pikirnya.
“Woy Gakuto,
papa kamu nelayan ya?”
“Eh?
Ke-kenapa?” Gakuto terkejut.
“KARENA KAU
TELAH MEMANCING EMOSIKU !!!” Shishido berusaha meraih Gakuto. Gakuto yang
enerjik langsung ber-moon sault lalu berlari mencari pertolongan dari
Oshitari Yuushi.
“Yuushi………..”
Gakuto bersembunyi di balik kursi yang diduduki Oshitari yang stay cool dari
tadi.
“JANGAN
KABUR KAMU!!”
“Shishido-san,
sabar. Katanya orang sabar disayang pacar!” kata Choutarou menenangkan.
Shishido
menengok ke arah Choutarou, “Iya?”
“Un~ “
Shishido
berbalik menuju arah Choutarou, sebelumnya melirik ke Gakuto sambil bilang,
“Aku lebih pilih disayang pacar. Kumaafkan kau kali ini!”
Shishido,
kau polos sekali!
“Fuiiih!
Shishido galaknya amit-amit.” kata Gakuto.
Oshitari
menghentikan kegiatan membacanya,”Kau sendiri yang usil.”
“Aku tidak
bermaksud usil, eh? Yuushi cemburu?”
“Cemburu
sama cowok yang nggak bisa bikin rayuan, ah~ mana mungkin.” jawab Oshitari.
Oshitari
menaruh buku di meja samping lalu berdiri, “Gakkun, papa kamu punya toko
elektronik ya?”
“Eh, emang
iya. Kenapa?” tanya Gakuto bingung.
“Tiap di
dekatmu aku merasakan sengatan listrik cinta darimu.”
“YUUSHI !!!”
Gakuto meleleh.
Eaaa Eaaa
Eaa…..
0 comments:
Poskan Komentar